Jumat, 25 November 2011

13 simple facts of astronomy

  •     Nama bintang terpanjang adalah “Shurnarkabtishashutu” yang dalam bahasa Arab artinya “di bawah tanduk selatan sapi jantan”.
  •  Cahaya bintang yang dilihat sekarang bukanlah cahayanya yang nyata. Melainkan cahayanya di waktu yang lalu. Cahaya bergerak dengan kecepatan 300.000 km per detik. Seperti bintang Deneb yang terlihat sekarang adalah bintang Deneb dalam keadaan 1800 tahun yang lalu, pada zaman Romawi Kuno. Sama halnya bila kita memandang Galaksi Andromeda, seperti yang dipercaya para ilmuwan, yaitu keadaan galaksi Andromeda pada waktu lebih dari 2.000.000 tahun yang lalu, ketika jenis manusia pertama berevolusi di Afrika.
  •  Cahaya dari Proxima Centauri, bintang terdekat dengan Matahari, memerlukan waktu 4 tahun untuk mencapai Bumi.
  • Seluruh dataran Bulan ditutupi debu putih yang halus di berbagai tempat. Karena tidak ada udara, angin, hujan, atau salju di Bulan, debu tidak pernah berpindah tempat. Dan karena itu jejak kaki yang ditinggalkan oleh para astronot akan tetap berada disana selama jutaan tahun.
  •  Manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan adalah astronot Amerika, Neil Amstrong dan Buzz Aldrin, dalam misi ruang angkasa Apollo 11. Mereka mendarat pada 20 Juli 1969.
  •  Perempuan pertama yang berada di ruang angkasa adalah astronot Rusia, Valentina Tereskhova.
  •   Tiap 6 cm2 permukaan Matahari menyala sama dengan kekuatan 1.500.000 lilin!
  •  Setiap detik Matahari melepaskan energi sama dngan energi 100.000.000.000 bom hydrogen.
  •   Semua planet diberi nama menurut dewa-dewa bangsa Romawi, kecuali Bumi dan Uranus.
  •   Uranus berputar mengelilingi Matahari dengan kutub selatannya menghadap kearah Matahari. Akibatnya, kutub selatan merupakan tempat terpanas di planet ini. Musim panas disini berlangsung selama 42 tahun.
  •   Kecepatan komet mencapai lebih dari 1.500.000 km per jam saat mendekati Matahari.
  •   Matahari sedang berputar mengelilingi inti Galaksi Bimasakti dengan kecepatan hampir 100.000.000 km per jam.
  •    Bintang paling terang dalam galaksi kita adalah Bintang Pistol.

Teropong Bintang Bosscha





1. Pengertian Teropong
Teropong atau Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh seperti gunung dan bintang agar tampak lebih dekat dan jelas. Meskipun teropong sudah digunakan sejak abad ke – 17 namun sampai sekarang tidak seorang pun yakin siapa yang pertama kali menemukan teropong. Memang pada tanggal 2 oktober 1608 Hans Lippershey pernah mecoba mempatenkan teleskop yang dibuatnya, tetapi ditolak oleh dewan penilai.
Galileo Galilei mulanya bekerja di kota Pisa kemudian pindah ke Padua. Kemudian pada tahun 1609 Galileo berkunjung ke Venesia, ia membuat sebuah teleskop yang sekarang dikenal dengan sebutan teropong panggung. Setelah itu ia membuat banyak macam teleskop dan mendapatkan banyak penemuan dalam bidang astronomis yang membuatnya terkenal.
2. Teropong Bintang
Teropong bintang atau teropong astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa luar. Teropong bintang menggunakan dua buah lensa positif, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Berbeda dengan mikroskop, pada teropong jarak focus lensa obyektif lebih besar dari jarak focus lensa okuler.

Terdapat 5 buah teleskop besar di Boscha, yaitu:
  • Teleskop Refraktor Ganda Zeiss
Teleskop ini biasa digunakan untuk mengamati bintang ganda , mengamati kawah bulan, mengamati planet, mengamati oposisi planet Mars, Saturnus, Jupiter, dan untuk menentukan gerak bintang dalam gugus bintang. Teleskop ini mempunyai 2 lensa objektif dengan diameter masing-masing lensa 60 cm, dengan titik api atau fokusnya adalah 10,7 meter.
Teleskop ini biasa digunakan untuk mempelajari struktur galaksi Bima Sakti, mempelajari spektrum bintang, mengamati obyek-obyek istimewa seperti asteroid, supernova, Nova. Diameter lensa 71,12 cm. Diameter lensa koreksi biconcaf-biconfex 50 cm. Titik api/fokus 2,5 meter.
Teleskop ini biasa digunakan untuk menera terang bintang, menentukan skala jarak, mengamati kawah bulan, pengamatan matahari, dan untuk mengamati benda langit lainnya. Diameter lensa 37 cm. Titik api atau fokus 7 meter.
Dengan teleskop ini, objek dapat langsung diamati dengan memasukkan data posisi objek tersebut. Kemudian data hasil pengamatan akan dimasukkan ke media penyimpanan data secara langsung. Teropong ini juga dapat digunakan untuk mengukur kuat cahaya bintang serta pengamatan spektrum bintang.
Teleskop ini biasa digunakan untuk melakukan pengamatan hilal, pengamatan gerhana bulan dan gerhana matahari, dan pemotretan bintik matahari serta pengamatan benda-benda langit lain. Dengan Diameter lensa 13 cm, dan fokus 87 cm.